Tips Agar Startup Bisa Bertahan di Dua Tahun Pertama

Untuk sebuah startup, kadang terasa sulit untuk bisa bertahan. Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat sepertiga bisnis baru tidak berhasil melewati 2 tahun pertama.
Tapi ada juga beberapa bisnis kecil bisa menghasilkan keuntungan di tahun pertama. Bahkan dengan biaya bisnis yang rendah, dan perlu menginvestasikan uang di bisnis agar tumbuh dengan memperluas produk, layanan, pindah ke area baru, atau mempekerjakan pegawai untuk membantu Anda.
Ingat, butuh uang untuk menghasilkan uang. Aturannya, Anda perlu tabungan selama setahun di bank untuk hidup sebelum Anda berhenti dari pekerjaan.
Ini tentang membangun dasar yang solid. Dan berikut ini tips yang bisa membantu bisnis Anda bertahan di dua tahun pertama:

Buat perencanaan bisnis

Photo credit: Google
Ketika Anda tidak mencari investor atau pinjaman bank, Anda kadang ingin menghindari perencanaan bisnis. Tapi proses menuliskan rencana Anda adalah cara untuk menuangkan visi Anda: Masalah apa yang Anda ingin pecahkan? Berapa rentang waktu Anda untuk launching, penjualan, dan keuntungan?
Anda tidak perlu membuat dokumen setebal 100 halaman, tapi rencana bisnis Anda harus cukup detail untuk menentukan apakah Anda punya target market dan model bisnis.

Pengeluaran rendah

Photo credit: Google
Bisnis baru biasanya gagal karena kehabisan uang, jadi antisipasi dengan mengatur pengeluaran serendah mungkin hingga Anda membangun produk dan penjualan mulai masuk.
Hanya pekerjakan orang yang sangat membutuhkan, gunakan kontraktor dan freelance. Bila Anda tidak perlu ruang, lupakan kantor. Dan secara umum, gunakan uang untuk hal yang Anda butuhkan, bukan hal yang Anda rasa perlu untuk bisnis Anda.

Kembali investasi di perusahaan

Photo credit: Google
Ketika beralih dari pekerjaan bergaji menjadi pengusaha, sulit untuk meninggalkan stabilitas keuangan. Tapi uang pertama yang Anda hasilkan harus kembali diinvestasikan ke perusahaan, produk, dan marketing Anda. Sering kali pemilik bisnis jadi orang terakhir yang menerima gaji di tahun pertama.

Bedakan hiperaktif dan produktif

Photo credit: Google
Di budaya saat ini, semua orang sibuk sepanjang waktu. Tapi berapa banyak bisnis ini maju? Selama tahun pertama, Anda perlu sangat selektif dalam bagaimana Anda menghabiskan waktu dan sumber daya.
Jangan terima semua penawaran yang datang. Ketika mempertimbangkan tiap permintaan pelanggan atau kesempatan event, marketing dan kerjasama, pikirkan bagaimana bisa sesuai dengan prioritas dan rencana Anda.

Fokus pada pelanggan

Photo credit: Google
Tujuan Anda bukan menciptakan produk atau bisnis yang mengagumkan, tapi membantu pelanggan. Anda perlu terbiasa dengan kebutuhan mereka dan beradaptasi berdasarkan feedback dari mereka. Ketika Anda membangun sesuatu yang orang butuhkan dan inginkan, penjualan akan mengikuti.

Membangun jaringan

Photo credit: Google
Semakin banyak orang yang Anda kenal, akan semakin baik. Siapapun bisa jadi partner potensial, pelanggan, dan sumber inspirasi. Jangkau profesional di bidang Anda atau orang yang telah memulai bisnis ini lebih dulu.
Semakin banyak orang yang Anda jangkau, semakin banyak kesempatan akan datang dan lebih banyak pendukung yang Anda punya ketika Anda membutuhkannya.
Hargai waktu orang lain. Ketika bertemu, ajukan pertanyaan, beri yang lain kesempatan untuk bicara tentang mereka, jangan lupa kirimkan ucapan terima kasih. Yang paling penting, ingat aturan utama dalam networking, semakin banyak Anda memberi, semakin banyak orang ingin kembali memberi.

Jangka waktu yang lebih panjang

Photo credit: Google
Wajar bagi pengusaha baru untuk menjalani uji coba selama setahun untuk melihat apa yang terjadi. Lalu bila merasa tidak memperoleh keuntungan setelah tahun itu, mereka memutuskan untuk berhenti.
Masalahnya adalah banyak bisnis butuh lebih dari setahun untuk memperoleh keuntungan. Satu cara terbaik untuk bertahan di jangka waktu satu tahun adalah dengan memahami fakta kalau  bisa butuh 18 sampai 24 bulan bagi sebuah bisnis untuk berkembang.
Memulai bisnis cukup berisiko, dan menimbulkan stres. Tapi semakin banyak bisnis kecil sebenarnya yang berhasil dibanding yang gagal di tahun pertama.

Menghindari kesalahan yang biasa dilakukan pengusaha di awal bisnis

Photo credit: Google
Di tahun pertama di bisnis apapun akan muncul kesalahan. Anda perlu bereaksi dengan cepat tapi juga menghindari kesalahan sederhana dengan melakukan perencanaan lebih dulu.
Berikut ini kesalahan yang dilakukan pengusaha di tahun pertama dan cara menghindarinya:

Berasumsi bisa melakukan semuanya sendiri

Photo credit: Google
Startup akan memulai dengan sumber terbatas. Ini sering memicu keinginan untuk menurunkan biaya dengan melakukan semua sendiri.
Sayangnya, bukan hanya tidak ada cukup waktu, pengusaha akan terlalu memaksakan diri bila melakukan ini. Kurang fokus dan keahlian di area penting akan menghambat pertumbuhan berharga di tahun pertama.
Cara menghindarinya, identifikasi area paling penting untuk bisnis yang Anda tidak bisa berkomitmen waktu atau tidak punya keahlian. Pekerjakan orang yang tepat untuk area ini, dan selalu pekerjakan orang yang lebih tahu dibanding Anda di area tersebut. Meski Anda akan meningkatkan biaya, Anda akan memperoleh perkembangan yang lebih baik.

Berpikir bisa bekerja lebih lama dari orang lain

Photo credit: Google
Cara sederhana untuk memperoleh keuntungan kompetitif dalam bisnis adalah dengan bekerja di jam yang lebih panjang. Pengusaha berpikir untuk menyelesaikan sebanyak mungkin pekerjaan dalam satu hari.
Bekerja 14 jam sehari memang memberi dampak, tapi hanya untuk jangka pendek. Kelelahan berarti Anda tidak di kondisi terbaik dan kurang optimal berarti performa Anda juga tidak optimal.
Anda bisa bekerja lebih efisien ketika mendapat cukup istirahat, rileks, dan bahagia. Bekerja selama 14 jam sehari adalah musuh untuk semua ini.
Cara mengatasinya, bekerjalah lebih cerdas. Ini lebih baik daripada bekerja lebih lama. Perencanaan di awal minggu akan memberi Anda dan team fokus pada tugas yang lebih penting yang perlu diselesaikan.
Kurangi meeting yang lama dengan mengatur agendanya, prioritaskan siapa yang perlu dilibatkan dan hasil yang Anda cari. Juga pastikan informasi yang penting dibagikan sebelum meeting untuk bisa dibaca oleh peserta rapat, jadi meeting bisa berlangsung lebih cepat.

Tidak menikmati kemenangan kecil

Photo credit: Google
Menikmati perjalanan bisnis tidak hanya membuat pekerjaan jadi lebih mudah, tapi memberi budaya positif pada bisnis Anda.
Atur waktu untuk sosialisasi team. Rayakan kemenangan dan peluncuran produk dengan makan siang bersama. Sisakan beberapa jam setiap bulan untuk melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan bisnis.

Memaksakan bisnis yang tidak berhasil

Photo credit: Google
Anda berhenti bekerja karena punya ide bagus yang Anda yakin akan berhasil. Tapi ternyata tidak berhasil, lalu bagaimana?
Pertama, Anda jangan pernah berhenti dari pekerjaan hingga Anda punya kesempatan  untuk menguji konsep bisnis yang Anda punya dan ada kemungkinan akan berhasil. Meski begitu, tetap sulit memprediksi masa depan startup Anda.
Anda mungkin tidak secara akurat memprediksi cara orang menggunakan produk Anda atau pelanggan mungkin tidak suka fitur yang Anda sukai. Jangan pertahankan ide hanya karena Anda menyukainya.

Komunikasi yang buruk dan mengabaikan kritik

Photo credit: Google
Ketika di kepala Anda ada ide membangun sebuah startup, kadang sulit untuk mengkomunikasikannya ke orang lain.
Selalu jaga komunikasi terbuka dan paksa diri Anda untuk mendengarkan kritik. Belajar mengatur orang butuh usaha. Tapi bila Anda tidak belajar cara komunikasi, Anda akan menghancurkan relasi serta pelanggan dan pegawai.
Tips Agar Startup Bisa Bertahan di Dua Tahun Pertama Tips Agar Startup Bisa Bertahan di Dua Tahun Pertama Reviewed by Awn Chanel on 18.23 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.